Namun Tuan si hamba telah memasang tangga di depan kakinya.
Selangkah demi selangkah kita harus naik hingga atap.
Menjadi Jabariyyah disini adalah tengggelam dalam harapan hampa.
Engkau punya kaki, mengapa dibiarkan lumpuh ?
Engkau punya tangan mengapa enggan direntang ?
Sesungguhnya ketika sang Tuan meletakkan sekop ditangan sang hamba,
ia harus tahu apa yang akan dilakukan,
sekalipun tidak sepatah kata keluar dari mulut sang Tuan ...
Selasa, 15 Januari 2013
Tuan dan hamba
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar